Beranda » Edukasi » Belajar dari Anak, Menumbuhkan Potensi dengan Kesabaran

Belajar dari Anak, Menumbuhkan Potensi dengan Kesabaran


TK PERTIWI – Bagi Sari Wulandari, S.Pd., menjadi guru TK bukan sekadar menjalankan proses pembelajaran, tetapi juga mendampingi setiap anak menemukan dan mengembangkan potensi dirinya. Sejak mengabdi di Yayasan Dharma Wanita Persatuan Kota Bandar Lampung pada 2022, ia terus menjalankan perannya sebagai pendidik dengan perhatian dan kesabaran.

Lulusan UIN Raden Intan Lampung ini bertugas sebagai guru pendamping Kelompok Anggrek TK Pertiwi Kota Bandar Lampung. Dalam menjalankan tugasnya, Sari mendampingi proses pembelajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku, termasuk penerapan Kurikulum Merdeka dan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).

Bagi Sari, pembelajaran anak usia dini harus dekat dengan kehidupan mereka. Karena itu, ia membantu merancang kegiatan berdasarkan tema dan subtema yang dapat dikenali serta dialami langsung oleh anak.

Ketika belajar tentang diri sendiri, misalnya, anak diajak mengenal anggota tubuh melalui kegiatan yang menyenangkan. Saat tema tanaman, pembelajaran tidak berhenti pada mengenal jenis-jenis tanaman, tetapi dikembangkan melalui praktik sederhana seperti menanam. Begitu pula ketika mempelajari buah-buahan, anak dapat diajak membuat jus secara sederhana.

Melalui pengalaman langsung tersebut, anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar mengamati, mencoba, berkomunikasi, bekerja sama, dan memahami lingkungan di sekitarnya.

Sari juga meyakini bahwa setiap anak memiliki cara dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, ia berusaha tidak memberikan label terhadap anak yang aktif maupun anak yang lebih pendiam.

“Anak yang aktif jangan dianggap sebagai masalah. Mereka pasti memiliki kelebihan. Kita sebagai guru juga belajar dari anak-anak,” ujarnya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu prinsip Sari dalam mendampingi peserta didik. Anak yang aktif diarahkan agar energinya menjadi bagian dari proses belajar, sementara anak yang lebih pendiam diberikan perhatian dan kesempatan untuk berkembang tanpa tekanan.

Dalam mengenalkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, Sari menerapkan pembelajaran secara sederhana dan sesuai tahap perkembangan anak. Huruf dapat dikenalkan melalui kata yang dekat dengan kehidupan mereka, sedangkan angka dapat dipelajari menggunakan benda konkret yang dapat disentuh dan dihitung secara langsung.

Dengan cara tersebut, proses belajar menjadi lebih mudah dipahami dan tidak terasa sebagai beban bagi anak.

Bagi Sari, pendidikan di usia dini memiliki tanggung jawab yang besar karena pada tahap inilah berbagai kebiasaan, karakter, rasa percaya diri, dan kemampuan dasar anak mulai berkembang. Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memberikan contoh, membangun kebiasaan positif, serta menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk belajar.

Karakter anak yang beragam juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, Sari melihatnya sebagai bagian dari proses pendidikan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Setiap perilaku anak menjadi kesempatan bagi guru untuk memahami kebutuhan mereka dan mencari pendekatan yang paling tepat.

“Guru TK itu harus seribu kali sabar,” katanya.

Kesabaran tersebut bukan sekadar menghadapi tingkah laku anak, tetapi juga kesediaan untuk terus mendampingi ketika seorang anak membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami sesuatu, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, atau membangun kepercayaan dirinya.

Bagi Sari, salah satu kebahagiaan terbesar dalam menjalankan tugas sebagai guru adalah menyaksikan perubahan anak dari waktu ke waktu. Anak yang datang dengan karakter dan kebiasaan masing-masing perlahan berkembang menjadi pribadi yang lebih mandiri, percaya diri, mampu mengikuti aturan, dan berani mencoba hal-hal baru.

Di ruang kelas Kelompok Anggrek, Sari terus meyakini bahwa tidak ada proses tumbuh yang terlalu kecil untuk dihargai. Setiap langkah, setiap keberanian mencoba, dan setiap kemajuan anak adalah bagian dari perjalanan pendidikan.

Melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak, kesabaran dalam mendampingi, dan keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi, Sari Wulandari berusaha menjadikan sekolah sebagai tempat yang tidak hanya mengajarkan anak untuk tahu, tetapi juga membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan berkarakter. (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • 25 Tahun Mendampingi Anak, Menanamkan Karakter dari Hal-Hal Sederhana

    25 Tahun Mendampingi Anak, Menanamkan Karakter dari Hal-Hal Sederhana

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Dua puluh lima tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani sebuah profesi. Namun bagi Asniwati, S.Pd., setiap tahun yang dilalui sebagai guru anak usia dini justru menjadi perjalanan untuk terus belajar memahami dunia anak. Lulusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Terbuka (UT) ini menjalankan tugasnya sebagai guru pendamping di Kelompok Tulip […]

    Selengkapnya »
  • Hadir Mendampingi Anak, Menanam Benih Karakter Sejak Dini

    Hadir Mendampingi Anak, Menanam Benih Karakter Sejak Dini

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Di balik riuh suara anak-anak yang bermain dan belajar di TK Pertiwi Kota Bandar Lampung, ada sosok yang dengan sabar memastikan setiap anak mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Ia adalah Nindia Ayu Putri, S.Pd., guru pendamping Kelompok B Anggrek. Sebagai lulusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Lampung (Unila), Nindia memahami bahwa […]

    Selengkapnya »
  • Hanin dan Hanum Rayakan Ultah Bersama Teman-teman di TK Pertiwi

    Hanin dan Hanum Rayakan Ultah Bersama Teman-teman di TK Pertiwi

    • Senin, 14 September 2026

    TK PERTIWI – Tawa dan tepuk tangan memenuhi suasana TK Pertiwi Kota Bandar Lampung, Senin, 14 September 2026. Pagi itu, dua peserta didik, Hanin Dalilatul Inayah dan Hanum Zeline Ariyatna, menjadi pusat perhatian teman-temannya. Keduanya tengah merayakan hari ulang tahun ke enam bersama guru dan seluruh siswa di kelas kelompok Anggrek. Di tengah suasana penuh […]

    Selengkapnya »
  • Ketika Kesabaran Menjadi Cara Mengajar

    Ketika Kesabaran Menjadi Cara Mengajar

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Tidak semua pelajaran harus disampaikan melalui buku dan papan tulis. Bagi Ida Lela, S.Pd., pendidikan anak usia dini justru lebih banyak berbicara tentang bagaimana seorang guru hadir, mendengarkan, memahami, merangkul, dan membuat anak merasa aman untuk tumbuh. Setiap pagi, ketika anak-anak datang ke TK Pertiwi Kota Bandar Lampung dengan beragam ekspresi dan […]

    Selengkapnya »
  • Dari Ruang Kelas Mawar, Menanam Bekal untuk Masa Depan

    Dari Ruang Kelas Mawar, Menanam Bekal untuk Masa Depan

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Tidak semua hasil pendidikan dapat langsung terlihat. Ada yang tumbuh perlahan melalui kebiasaan kecil, seorang anak yang mulai berani berbicara, belajar menunggu giliran, mampu menyelesaikan tugas sendiri, hingga terbiasa mengucapkan doa sebelum makan. Bagi Nursaini, S.Pd., perubahan kecil seperti itulah yang membuat perjalanan menjadi guru anak usia dini terasa begitu berarti. Sejak […]

    Selengkapnya »
  • Sejak Dini Belajar Memimpin, Siswa TK Pertiwi Bandar Lampung Jadi Petugas Upacara

    Sejak Dini Belajar Memimpin, Siswa TK Pertiwi Bandar Lampung Jadi Petugas Upacara

    • Senin, 5 Oktober 2026

    VIDEO: DOK TK PERTIWI TK PERTIWI – Siswa TK Pertiwi Kota Bandar Lampung menunjukkan keberanian dan percaya diri saat menjadi petugas upacara penaikan bendera di sekolah setempat, Senin, 5 Oktober 2026. Tak hanya menjadi peserta, seluruh rangkaian upacara juga dipercayakan kepada siswa, mulai dari pembawa acara hingga petugas penaikan bendera. Dengan didampingi guru, para siswa […]

    Selengkapnya »