Beranda » Edukasi » Ketika Kesabaran Menjadi Cara Mengajar

Ketika Kesabaran Menjadi Cara Mengajar


TK PERTIWI – Tidak semua pelajaran harus disampaikan melalui buku dan papan tulis. Bagi Ida Lela, S.Pd., pendidikan anak usia dini justru lebih banyak berbicara tentang bagaimana seorang guru hadir, mendengarkan, memahami, merangkul, dan membuat anak merasa aman untuk tumbuh.

Setiap pagi, ketika anak-anak datang ke TK Pertiwi Kota Bandar Lampung dengan beragam ekspresi dan karakter, Ida Lela melihat lebih dari sekadar peserta didik. Ia melihat pribadi-pribadi kecil yang sedang belajar mengenal dirinya, lingkungan, dan dunia di sekitarnya.

Di situlah perjalanan panjangnya sebagai seorang guru menemukan maknanya.

Ida Lela telah mengabdikan diri di dunia pendidikan taman kanak-kanak sejak 2001. Selama lebih dari dua dekade, ia melewati berbagai perubahan zaman, karakter anak, pola pengasuhan, hingga tantangan dalam dunia pendidikan. Namun, satu hal yang tidak berubah adalah kecintaannya terhadap anak-anak dan semangat untuk terus memberikan yang terbaik.

Dedikasinya juga diperkuat dengan pendidikan akademik. Ia merupakan lulusan S1 Universitas Terbuka jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (AUD), sebuah pilihan yang sejalan dengan pengabdiannya selama bertahun-tahun dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Pengalaman panjang membuat Ida Lela memahami bahwa menjadi guru TK membutuhkan kesabaran yang jauh lebih besar dibanding sekadar menyampaikan materi.

Menurutnya, anak-anak zaman sekarang memiliki karakter yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Jika dahulu anak cenderung lebih mudah diarahkan, kini guru dituntut untuk lebih dekat dan memahami kebutuhan masing-masing anak.

Anak tidak cukup hanya diberi tahu apa yang harus dilakukan. Mereka perlu didekati dengan cara yang sesuai dengan dunianya.

Ada kalanya anak harus dirangkul. Ada pula saat seorang anak perlu dibujuk dengan lembut. Bahkan, ketika seorang anak sulit diarahkan, guru harus mampu menahan emosi dan mencari cara agar anak memahami tanpa merasa tertekan.

Bagi Ida Lela, kasih sayang bukan sekadar tambahan dalam pendidikan anak usia dini. Kasih sayang adalah bagian dari proses belajar itu sendiri.

Setiap hari, guru harus menunjukkan perhatian dan kepedulian. Sebab, anak-anak akan lebih mudah belajar ketika mereka merasa diterima dan disayangi.

Salah satu prinsip yang terus dipegang Ida Lela adalah memperlakukan anak sesuai dengan karakter masing-masing.

Ia tidak ingin semua anak diperlakukan dengan cara yang sama, karena setiap anak memiliki keunikan.

Anak yang aktif, misalnya, membutuhkan kegiatan yang dapat menyalurkan energi sekaligus mengembangkan kreativitasnya. Permainan seperti lego dapat menjadi salah satu pilihan. Melalui bermain, anak bukan hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar berkonsentrasi, berimajinasi, menyusun sesuatu, dan menyelesaikan masalah.

Sementara anak yang lebih pendiam membutuhkan pendekatan berbeda. Mereka perlu diberi kesempatan untuk merasa nyaman, kemudian perlahan diajak berinteraksi.

Begitu pula ketika ada anak yang tiba-tiba murung atau tidak bersemangat. Ida Lela tidak ingin terburu-buru menyimpulkan bahwa anak sedang malas atau tidak mau belajar.

Ia memilih bertanya, mendekati, dan mencari tahu apa yang sedang dirasakan anak.

“Setiap anak itu berbeda. Jadi perlakuannya juga harus disesuaikan dengan karakter anak,” menjadi prinsip yang ia jalankan dalam keseharian.

Bagi dia, keberhasilan pendidikan anak usia dini bukan hanya diukur dari seberapa cepat seorang anak mampu membaca atau berhitung.

Ada sesuatu yang jauh lebih penting untuk ditanamkan, yakni karakter.

Karena itu, pembelajaran yang diberikan mencakup berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari fisik motorik halus dan kasar, kemampuan kognitif, seni, hingga moral dan sikap.

Anak diajak bergerak, bermain, berkarya, berpikir, berkomunikasi, sekaligus belajar mengenal nilai-nilai kebaikan.

Semua dilakukan dengan cara yang menyenangkan agar anak tidak merasa sedang “dipaksa belajar”.

Menurut Ida Lela, masa usia dini merupakan masa penting untuk menanamkan kebiasaan baik. Apa yang dibiasakan hari ini dapat menjadi bagian dari karakter anak di kemudian hari.

Ia percaya, seorang guru mungkin tidak selalu melihat langsung hasil dari apa yang diajarkannya. Namun, nilai-nilai yang ditanamkan dengan konsisten akan menjadi bekal bagi anak ketika mereka tumbuh dewasa. (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Hadir Mendampingi Anak, Menanam Benih Karakter Sejak Dini

    Hadir Mendampingi Anak, Menanam Benih Karakter Sejak Dini

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Di balik riuh suara anak-anak yang bermain dan belajar di TK Pertiwi Kota Bandar Lampung, ada sosok yang dengan sabar memastikan setiap anak mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Ia adalah Nindia Ayu Putri, S.Pd., guru pendamping Kelompok B Anggrek. Sebagai lulusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Lampung (Unila), Nindia memahami bahwa […]

    Selengkapnya »
  • Siswa TK Pertiwi Dibiasakan Cuci Tangan Sebelum Makan dan Pulang Sekolah

    Siswa TK Pertiwi Dibiasakan Cuci Tangan Sebelum Makan dan Pulang Sekolah

    • Senin, 28 September 2026

    TK PERTIWI – Sejumlah siswa TK Pertiwi Kota Bandar Lampung mengikuti pembelajaran cara mencuci tangan yang benar di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan hidup bersih dan sehat yang dikenalkan kepada anak sejak usia dini. Kepala TK Pertiwi Kota Bandar Lampung, Maryati, S.Pd, mengatakan kegiatan mencuci tangan telah menjadi bagian dari rutinitas anak-anak […]

    Selengkapnya »
  • Sodikin, Tiga Dekade Menjaga Sekolah dengan Ketulusan dan Hati

    Sodikin, Tiga Dekade Menjaga Sekolah dengan Ketulusan dan Hati

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Setiap pagi, ketika sebagian besar orang masih terlelap, Hi. Sodikin sudah lebih dulu beraktivitas. Tepat pukul 05.00 WIB, ia mulai menjalankan tugasnya di TK Pertiwi Kota Bandar Lampung. Mengepel lantai, membersihkan lingkungan sekolah, memastikan berbagai kebutuhan kebersihan tersedia, hingga menjaga keamanan sekolah menjadi rutinitas yang telah dilakoninya selama puluhan tahun. Lahir di […]

    Selengkapnya »
  • Serunya Bermain Air! Siswa TK Pertiwi Belajar Berani dan Mandiri di Waterpark Citra Garden

    Serunya Bermain Air! Siswa TK Pertiwi Belajar Berani dan Mandiri di Waterpark Citra Garden

    • Jumat, 16 Oktober 2026

    VIDEO: DOK TK PERTIWI TK PERTIWI – Tawa dan keceriaan anak-anak mewarnai kegiatan berenang siswa TK Pertiwi Kota Bandar Lampung di Waterpark Citra Garden Lampung, Jumat, 16 Oktober 2026. Dengan wajah penuh semangat, para siswa menikmati pengalaman belajar di luar kelas melalui aktivitas bermain air yang menyenangkan sekaligus edukatif. Didampingi dewan guru dan petugas kolam […]

    Selengkapnya »
  • Hanin dan Hanum Rayakan Ultah Bersama Teman-teman di TK Pertiwi

    Hanin dan Hanum Rayakan Ultah Bersama Teman-teman di TK Pertiwi

    • Senin, 14 September 2026

    TK PERTIWI – Tawa dan tepuk tangan memenuhi suasana TK Pertiwi Kota Bandar Lampung, Senin, 14 September 2026. Pagi itu, dua peserta didik, Hanin Dalilatul Inayah dan Hanum Zeline Ariyatna, menjadi pusat perhatian teman-temannya. Keduanya tengah merayakan hari ulang tahun ke enam bersama guru dan seluruh siswa di kelas kelompok Anggrek. Di tengah suasana penuh […]

    Selengkapnya »
  • Belajar dari Anak, Menumbuhkan Potensi dengan Kesabaran

    Belajar dari Anak, Menumbuhkan Potensi dengan Kesabaran

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Bagi Sari Wulandari, S.Pd., menjadi guru TK bukan sekadar menjalankan proses pembelajaran, tetapi juga mendampingi setiap anak menemukan dan mengembangkan potensi dirinya. Sejak mengabdi di Yayasan Dharma Wanita Persatuan Kota Bandar Lampung pada 2022, ia terus menjalankan perannya sebagai pendidik dengan perhatian dan kesabaran. Lulusan UIN Raden Intan Lampung ini bertugas sebagai […]

    Selengkapnya »