Beranda » Edukasi » Dari Ruang Kelas Mawar, Menanam Bekal untuk Masa Depan

Dari Ruang Kelas Mawar, Menanam Bekal untuk Masa Depan


TK PERTIWI – Tidak semua hasil pendidikan dapat langsung terlihat. Ada yang tumbuh perlahan melalui kebiasaan kecil, seorang anak yang mulai berani berbicara, belajar menunggu giliran, mampu menyelesaikan tugas sendiri, hingga terbiasa mengucapkan doa sebelum makan. Bagi Nursaini, S.Pd., perubahan kecil seperti itulah yang membuat perjalanan menjadi guru anak usia dini terasa begitu berarti.

Sejak 2024, Nursaini mengabdikan diri sebagai guru di TK Pertiwi Kota Bandar Lampung. Lulusan S1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Terbuka (UT) tersebut kini mendampingi peserta didik Kelompok B Mawar yang berusia 5–6 tahun.

Bersama anak-anak, hari-harinya dipenuhi aktivitas belajar yang dikemas dalam suasana bermain. Sebelum pembelajaran dimulai, ia menyiapkan rencana pembelajaran harian sesuai tema dan kebutuhan perkembangan peserta didik.

Bagi Nursaini, pembelajaran anak usia dini tidak boleh membuat anak merasa terbebani. Sebaliknya, anak harus merasa senang sehingga mereka dapat belajar sambil bermain, bergerak, bertanya, mencoba, dan menemukan sesuatu dengan caranya sendiri.

Satu tema pun dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan banyak kemampuan. Ketika belajar tentang tanaman, misalnya, anak dapat diajak mengamati lingkungan, mengenal nama tanaman, menghitung, menggambar, mewarnai, bernyanyi, bergerak, hingga membuat karya seni.

Dari satu kegiatan sederhana, berbagai kemampuan anak dapat berkembang sekaligus.

Namun, bagi Nursaini, tantangan terbesar dalam mendidik anak usia dini bukan sekadar menyiapkan materi. Tantangannya adalah memahami bahwa setiap anak datang dengan karakter, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda.

Ada anak yang mudah menerima arahan. Ada pula yang lebih aktif, sulit duduk diam, dan membutuhkan ruang untuk bergerak. Nursaini memilih tidak melihat perbedaan tersebut sebagai masalah.

Ia justru menjadikannya sebagai pertimbangan dalam menentukan pendekatan.

“Tidak semua siswa pembelajarannya sama. Ada yang bisa duduk diam mendengarkan, ada juga yang aktif. Pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan anak,” ujarnya.

Anak yang memiliki energi lebih besar diarahkan melalui permainan dan aktivitas yang melibatkan gerakan. Dengan cara tersebut, anak tetap dapat belajar sekaligus menyalurkan rasa ingin tahu dan energinya secara positif.

Di sisi lain, Nursaini juga menanamkan kebiasaan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi menjadi bekal penting bagi kehidupan anak. Mereka dibiasakan mencuci tangan, mengantre, berdoa sebelum makan, menyelesaikan tugas, menjaga lingkungan, serta belajar bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Menurut Nursaini, pendidikan karakter tidak selalu membutuhkan nasihat panjang. Karakter justru tumbuh dari pembiasaan yang dilakukan berulang-ulang dan dicontohkan dalam keseharian.

Karena itu, ia tidak terburu-buru menilai keberhasilan seorang anak hanya dari kemampuan akademiknya. Baginya, keberanian seorang anak untuk tampil di depan kelas, kemauan berbagi dengan teman, kemampuan mengikuti aturan, atau kesanggupan melakukan sesuatu secara mandiri merupakan pencapaian yang tidak kalah penting.

Setiap perubahan kecil menjadi alasan baginya untuk terus mendampingi.

Ketika anak yang sebelumnya selalu meminta bantuan mulai mampu mengerjakan tugas sendiri, ketika anak yang pemalu mulai berani berkomunikasi, atau ketika anak yang aktif mulai mampu mengikuti aturan, Nursaini melihat ada proses besar yang sedang berlangsung di balik perubahan tersebut.

Ia percaya, usia dini merupakan masa penting untuk meletakkan fondasi kehidupan anak. Apa yang dibiasakan dan ditanamkan hari ini dapat menjadi bekal ketika mereka melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya dan memasuki kehidupan yang lebih luas.

Karena itu, Nursaini ingin anak-anak yang didampinginya tidak hanya tumbuh menjadi anak yang pintar, tetapi juga menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, sopan, mampu bersosialisasi, memiliki akhlak baik, dan peduli terhadap orang lain.

Dari Kelompok B Mawar, ia terus menjalankan satu peran sederhana namun penuh makna: menemani anak-anak tumbuh.

Sebab, bagi Nursaini, menjadi guru TK bukan hanya tentang mengajar apa yang belum diketahui anak. Lebih dari itu, seorang guru ikut membantu anak menemukan keberanian, mengenali dirinya, membangun kebiasaan baik, dan mempersiapkan langkah pertama menuju masa depan. (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Sodikin, Tiga Dekade Menjaga Sekolah dengan Ketulusan dan Hati

    Sodikin, Tiga Dekade Menjaga Sekolah dengan Ketulusan dan Hati

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Setiap pagi, ketika sebagian besar orang masih terlelap, Hi. Sodikin sudah lebih dulu beraktivitas. Tepat pukul 05.00 WIB, ia mulai menjalankan tugasnya di TK Pertiwi Kota Bandar Lampung. Mengepel lantai, membersihkan lingkungan sekolah, memastikan berbagai kebutuhan kebersihan tersedia, hingga menjaga keamanan sekolah menjadi rutinitas yang telah dilakoninya selama puluhan tahun. Lahir di […]

    Selengkapnya »
  • Ketika Kesabaran Menjadi Cara Mengajar

    Ketika Kesabaran Menjadi Cara Mengajar

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Tidak semua pelajaran harus disampaikan melalui buku dan papan tulis. Bagi Ida Lela, S.Pd., pendidikan anak usia dini justru lebih banyak berbicara tentang bagaimana seorang guru hadir, mendengarkan, memahami, merangkul, dan membuat anak merasa aman untuk tumbuh. Setiap pagi, ketika anak-anak datang ke TK Pertiwi Kota Bandar Lampung dengan beragam ekspresi dan […]

    Selengkapnya »
  • Hadir Mendampingi Anak, Menanam Benih Karakter Sejak Dini

    Hadir Mendampingi Anak, Menanam Benih Karakter Sejak Dini

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Di balik riuh suara anak-anak yang bermain dan belajar di TK Pertiwi Kota Bandar Lampung, ada sosok yang dengan sabar memastikan setiap anak mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Ia adalah Nindia Ayu Putri, S.Pd., guru pendamping Kelompok B Anggrek. Sebagai lulusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Lampung (Unila), Nindia memahami bahwa […]

    Selengkapnya »
  • Hanin dan Hanum Rayakan Ultah Bersama Teman-teman di TK Pertiwi

    Hanin dan Hanum Rayakan Ultah Bersama Teman-teman di TK Pertiwi

    • Senin, 14 September 2026

    TK PERTIWI – Tawa dan tepuk tangan memenuhi suasana TK Pertiwi Kota Bandar Lampung, Senin, 14 September 2026. Pagi itu, dua peserta didik, Hanin Dalilatul Inayah dan Hanum Zeline Ariyatna, menjadi pusat perhatian teman-temannya. Keduanya tengah merayakan hari ulang tahun ke enam bersama guru dan seluruh siswa di kelas kelompok Anggrek. Di tengah suasana penuh […]

    Selengkapnya »
  • Kata Pengantar Kepala TK Pertiwi Kota Bandar Lampung

    Kata Pengantar Kepala TK Pertiwi Kota Bandar Lampung

    • Selasa, 8 September 2026

    TK PERTIWI – Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya. Selamat datang di website resmi TK Pertiwi Kota Bandar Lampung yakni tkpertiwi.sch.id. Website ini menjadi sarana informasi dan komunikasi antara sekolah, orang tua, peserta didik, dan masyarakat. Kami berharap melalui website tkpertiwi.sch.id, berbagai informasi tentang kegiatan, program, dan prestasi sekolah dapat tersampaikan dengan […]

    Selengkapnya »
  • 25 Tahun Mendampingi Anak, Menanamkan Karakter dari Hal-Hal Sederhana

    25 Tahun Mendampingi Anak, Menanamkan Karakter dari Hal-Hal Sederhana

    • Rabu, 9 September 2026

    TK PERTIWI – Dua puluh lima tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani sebuah profesi. Namun bagi Asniwati, S.Pd., setiap tahun yang dilalui sebagai guru anak usia dini justru menjadi perjalanan untuk terus belajar memahami dunia anak. Lulusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Terbuka (UT) ini menjalankan tugasnya sebagai guru pendamping di Kelompok Tulip […]

    Selengkapnya »