Beranda » Staf & Guru » Asniawati, S.Pd

Asniawati, S.Pd

  • JabatanGuru TK Kelas B Kelompok Bunga Tulip
  • StatusKontrak
  • NIP-
  • NUPTK5355761662300023
  • Aktif2001 - Sekarang
  • GenderPerempuan
  • Tempat, Tanggal LahirKota Bandar Lampung, 1 January 1970
  • AgamaIslam
  • AlamatKota Bandar Lampung
  • Kontak-

25 Tahun Mendampingi Anak, Menanamkan Karakter dari Hal-Hal Sederhana


TK PERTIWI – Dua puluh lima tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani sebuah profesi. Namun bagi Asniwati, S.Pd., setiap tahun yang dilalui sebagai guru anak usia dini justru menjadi perjalanan untuk terus belajar memahami dunia anak.

Lulusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Terbuka (UT) ini menjalankan tugasnya sebagai guru pendamping di Kelompok Tulip TK Pertiwi Kota Bandar Lampung. Setiap hari, ia mendampingi sekitar 30 peserta didik Kelompok B berusia 5–6 tahun dengan karakter dan kebutuhan yang beragam.

Di ruang kelas, Asniwati tidak hanya hadir untuk mengajarkan materi. Ia bertugas menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan agar anak merasa percaya diri untuk bereksplorasi. Kegiatan seperti mewarnai, menyanyi, menari, dan berbagai aktivitas kreatif digunakan sebagai media untuk mengembangkan kemampuan bahasa, seni, motorik, sosial, serta kreativitas anak.

Namun, bagi Asniwati, ada pekerjaan yang tidak kalah penting dari menyampaikan materi pembelajaran: memahami perasaan anak.

Ketika seorang anak tiba-tiba menangis, marah, atau tidak ingin mengikuti kegiatan, Asniwati tidak terburu-buru memberikan teguran. Ia memilih mendekat, mengajak berbicara, kemudian mencari tahu apa yang sedang dirasakan anak.

“Kalau anak menangis, kita rayu dan kita tanyakan kenapa. Kita dekati seperti teman supaya anak mau bercerita,” ujarnya.

Pendekatan sederhana tersebut menjadi bagian dari tanggung jawabnya sebagai pendidik. Ia memahami bahwa anak-anak datang ke sekolah dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Karena itu, setiap anak membutuhkan cara pendampingan yang tidak selalu sama.

Kesabaran menjadi bagian penting dalam kesehariannya. Asniwati terus berusaha mengenali karakter peserta didik, memberikan perhatian sesuai kebutuhan, sekaligus membantu anak belajar mengenali dan mengelola emosinya.

Menurutnya, menjadi guru TK berarti bersedia melihat dunia dari sudut pandang anak. Guru tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus mampu menjadi pendamping, pendengar, sekaligus sosok yang membuat anak merasa aman ketika berada di sekolah.

Selama bertahun-tahun mendampingi anak usia dini, Asniwati semakin memahami bahwa proses pendidikan tidak selalu menghasilkan perubahan yang terlihat dalam waktu singkat. Ada perkembangan kecil yang membutuhkan perhatian dan kesabaran, seperti anak yang mulai berani berbicara, mau mengikuti kegiatan, mampu bekerja sama dengan teman, atau mulai percaya diri menunjukkan hasil karyanya.

Hal-hal sederhana itulah yang menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.

Di tengah kesibukan mendampingi puluhan anak dengan tingkah dan karakter yang berbeda, Asniwati justru menemukan energi dari dunia anak yang penuh kepolosan. Senyum, tawa, kreativitas, dan tingkah lucu peserta didik menjadi pengingat bahwa profesinya memiliki makna yang besar.

Baginya, menjadi guru bukan hanya tentang apa yang diajarkan kepada anak, tetapi juga tentang nilai-nilai yang ditanamkan dan kenangan baik yang ditinggalkan dalam perjalanan tumbuh mereka.

Setelah sekitar 25 tahun mengajar, Asniwati tetap memegang satu keyakinan: setiap anak memiliki keunikan dan potensi masing-masing. Tugas guru adalah hadir dengan kesabaran, memberikan ruang untuk berkembang, dan membantu mereka menemukan kepercayaan dirinya.

Dari ruang kelas Kelompok Tulip, Asniwati terus menanamkan hal-hal sederhana yang kelak menjadi bekal besar bagi anak-anak. Sebab, pendidikan pada usia dini bukan sekadar mempersiapkan anak untuk memasuki jenjang berikutnya, tetapi juga meletakkan fondasi karakter, kemandirian, dan kecintaan terhadap proses belajar.

Dan bagi Asniwati, melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan berani mengekspresikan dirinya adalah penghargaan paling berarti dari perjalanan panjangnya sebagai seorang guru. (*)

Bagikan Threads

Staf & Guru Lainnya