Hi. Sodikin
- JabatanPetugas Kebersihan TK Pertiwi
- StatusHonorer
- NIP-
- NUPTK-
- Aktif1996 - Sekarang
- GenderLaki-laki
- Tempat, Tanggal LahirKota Bandar Lampung, 5 June 1962
- AgamaIslam
- AlamatKota Bandar Lampung
- Kontak-
Sodikin, Tiga Dekade Menjaga Sekolah dengan Ketulusan dan Hati
TK PERTIWI – Setiap pagi, ketika sebagian besar orang masih terlelap, Hi. Sodikin sudah lebih dulu beraktivitas. Tepat pukul 05.00 WIB, ia mulai menjalankan tugasnya di TK Pertiwi Kota Bandar Lampung. Mengepel lantai, membersihkan lingkungan sekolah, memastikan berbagai kebutuhan kebersihan tersedia, hingga menjaga keamanan sekolah menjadi rutinitas yang telah dilakoninya selama puluhan tahun.
Lahir di Bandar Lampung pada 6 Juni 1962, Sodikin mulai bekerja di TK Pertiwi sejak 1996. Selama sekitar tiga dekade, ia tetap setia menjalankan tugas sebagai penjaga sekaligus petugas kebersihan sekolah.
Bagi Sodikin, menjaga kebersihan sekolah bukan sekadar pekerjaan. Ia menyadari bahwa lingkungan yang bersih dan nyaman menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, terlebih bagi anak-anak usia dini yang membutuhkan ruang belajar yang aman, sehat, dan menyenangkan.
“Yang penting bekerja dengan baik dan tulus. Apa yang menjadi pekerjaan kita, diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” demikian prinsip yang selama ini ia pegang.
Menurutnya, mendampingi lingkungan pendidikan anak memiliki tantangan tersendiri. Anak-anak membutuhkan suasana sekolah yang nyaman agar dapat bermain, belajar, bereksplorasi, dan berkembang dengan optimal. Karena itu, menjaga kebersihan halaman, ruang belajar, dan lingkungan sekolah menjadi bentuk dukungan yang mungkin sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi perkembangan mereka.
Selama bekerja, Sodikin mengaku tidak banyak menghadapi kendala dalam menjalankan tugasnya. Ia justru menikmati rutinitas tersebut. Baginya, pekerjaan akan terasa ringan apabila dilakukan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Keteguhan itu pula yang membuatnya tetap aktif bekerja hingga usia 64 tahun. Selama puluhan tahun mengabdi, ia bahkan mengaku tidak pernah mengalami sakit yang menghambat pekerjaannya.
Dukungan keluarga turut menjadi kekuatan Sodikin. Ia memiliki tiga anak. Salah seorang putranya kini menjadi anggota Polri, sementara anak lainnya bekerja sebagai PNS Polri dan seorang lagi menekuni dunia wiraswasta. Sang istri pun ikut membantu aktivitasnya di TK Pertiwi.
Di balik kesederhanaannya, Sodikin memiliki kebanggaan tersendiri melihat anak-anak yang setiap hari datang ke sekolah. Ia berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, sukses, memiliki karakter baik, serta kelak mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
Kini, setelah puluhan tahun mengabdikan diri di TK Pertiwi, Sodikin mulai lebih memusatkan perhatian pada ibadah. Namun, nilai yang ia tinggalkan di sekolah jauh lebih panjang daripada sekadar masa kerja.
Ia telah menunjukkan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru. Lingkungan yang bersih, aman, tertib, dan nyaman juga merupakan bagian dari proses mendidik. Dengan pekerjaan yang dilakukan sepenuh hati, Sodikin menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki peran dalam menyiapkan masa depan anak-anak.
Tiga dekade pengabdian Sodikin mungkin tidak selalu terlihat di depan kelas. Namun, dari lantai yang bersih, halaman yang terawat, hingga lingkungan sekolah yang nyaman, ada ketulusan seorang penjaga yang ikut memastikan anak-anak dapat belajar dan tumbuh dengan baik.
Sodikin mengajarkan satu hal sederhana, pekerjaan apa pun akan memiliki makna besar ketika dilakukan dengan tulus, penuh tanggung jawab, dan memberi manfaat bagi orang lain. (*)
